| |

Traditional Steam Food

Halo teman-teman semua, apa kabar kalian ? semoga selalu dalam keadaan sehat ya. pada kesempatan kali ini, kami siswa-siswi KB-TK Kristen Petra 5 ingin menceritakan pengalaman kami saat mengikuti kegiatan Traditional Steam Food yang diadakan oleh sekolah. Apa itu traditional steam food ? Traditional steam food adalah kegiatan membuat makanan tradisional yang dilakukan dengan cara di kukus, kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis dan Jumat, 28 dan 29 Januari yang lalu. Pada kegiatan kali ini ibu guru mengajak kami untuk membuat Getuk yang tebuat dari ubi, atau yang kita sebut dengan Getuk Ubi Jalar.

Pertama-tama ibu guru mengajak untuk mengukus ubi milik kami selama kurang lebih 30 menit hingga ubi menjadi empuk, lalu setelah itu kami diajak untuk menghaluskan ubi tadi dengan cara ditumbuk. Setelah ubi ditumbuk hingga halus, kami menambahkan mentega, gula dan garam secukupnya dan diaduk hingga merata. Nah, getuk kami sudah hampir jadi loh, selanjutnya kami membentuk adonan getuk tadi dengan menggunakan cetakan yang kami miliki, kami bentuk menjadi bermacam-macam ada bentuk bintang, hati, bulan, bunga, ikan dan masih banyak lagi. Setalah adonan getuk selesai di bentuk, ibu guru mengajak kami untuk menghias getuk dengan memberikan berbagai macam toping pada bagian atas, seperti keju, meses, selai, dan choco chip. Nah, lihat getuk ubi jalar buatan kami sudah selesai loh, ternyata membuat getuk sangat mudah dan rasanya enak sekali tidak kalah dengan roti-roti yang biasa kita makan dan tentunya menyehatkan karena tidak ada bahan pengawetnya.

Teman-teman itu tadi pengalaman kami saat mengikuti kegiatan traditional steam food di sekolah. Kami senang sekali, karena mendapatkan pengalaman baru yang sangat menyenangkan, melalui kegiatan ini kami jadi mengenal salah satu jenis makanan tradisional yang bernama getuk dan kami juga dapat membuatnya secara langsung bersama mama dan papa di rumah. Sekarang kami dapat membuat sendiri getuk ubi jalar ini di rumah untuk mengisi waktu luang yang kami miliki. Nah, teman-teman setelah membaca pengalaman kami, kalian juga bisa mencoba untuk membuat getuk ubi jalar di rumah bersama mama dan papa. Selamat mencoba ya….

Senangnya Bermain Kapal

IMG-20210113-WA0009.jpgWhatsApp_Image_2021-01-23_at_20.10.58.jpegIMG-20210123-WA0039.jpg

Halo teman-teman…!!! Apa kabar kalian ? semoga selalu dalam keadaan sehat ya. Minggu ini, kami siswa-siswi KB-TK Kristen Petra 5 sedang belajar mengenai kendaraan yang ada di air atau yang biasa kita sebut dengan kendaraan air. Kendaraan air ternyata ada banyak macamnya loh, ada kapal feri, kapal layar, kapal selam, rakit, sampan, sepeda air, kapal perang, perahu, kapal barang, speed boat, dan masih banyak lagi. Taukah kalian bahwa kapal-kapal tersebut dapat berjalan di air karena memiliki mesin seperti kapal feri, kapal selam, kapal barang, kapal perang, dan ada juga yang dapat berjalan karena di dayung atau di kayuh oleh manusia atau memakai tenaga manusia seperti rakit, sampan, perahu, dan sepeda air. Selain bergerak karena adanya mesin dan tenaga manusia, ternyata kapal juga dapat berjalan di air karena adanya angina yang meniup layar pada kapal.

Pada hari Rabu, 13 Januari 2021, kami siswa-siswi TK B diajak oleh ibu guru untuk mencoba membuktikan bahwa ternyata angin juga dapat membuat kapal bergerak di air. Pertama-tama ibu guru mengajak kami untuk melipat kertas menjadi bentuk kapal, kami memperhatikan dan mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh ibu guru. Setelah kapal kami jadi, ibu guru meminta kami untuk menyiapkan baskom atau ember kecil yang berisikan air, kemudian kami meletakkan kapal kami yang terbuat dari kertas ke dalam wadah yang sudah kami siapkan. Lalu ibu guru mengajak kami untuk meniup kapal tersebut, wah… ternyata kapalku bergerak loh. Kapal kami dapat bergerak karena adanya angin yang dihasilkan dari tiupan kami, teman-teman ternyata benar loh jika angin juga dapat membuat kapal bergerak di air. Wah, kami senang sekali diajak oleh ibu guru untuk bereksperiment mengenai hal yang baru. Sebelum pembelajaran di hari itu berakhir, bu guru mengajak kami untuk menyanyikan lagu Kapal Api.

“Lihatlah sebuah titik, jauh ditengah laut”
“Makin lama, makin jelas bentuk rupanya”
“Itulah kapal api yang sedang berlayar”
“Asapnya yang putih mengepul diudara.”

Nah, itu tadi pengalaman kami yang menyenangkan saat kami belajar mengenai kendaraan yang ada di air. Sampai jumpa lagi ya, Tuhan Yesus memberkati….

Learning Ecosystem (Simple Coding)

Di tengah pandemi virus corona yang masih dialami oleh seluruh umat manusia maka diperlukan adanya terobosan khususnya di dalam dunia pendidikan. KB-TK Kristen Petra 5 memberikan suatu metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk dilakukan di rumah . Metode Learning Ecosystem ini membuat anak merasa tidak jenuh saat mereka harus berada di rumah, mereka dapat belajar sekaligus bermain dan hal ini sekaaligus dapat mengasah kemampuan berfikir kritis dalam menyelesaikan masalah. Anak-anak pun terlihat asyik saat bermain simple coding.

I Learn While I am Playing

IMG 20201223 WA0017

Halo teman-teman, kali ini kami siswa-siswa KB-TK Kristen Petra 5 ingin bercerita mengenai permainan baru yang kami punya. Sebelum libur sekolah Ibu guru membagikan kepada kami sebuah permainan baru. Kami menyebutnya dengan nama simple coding. Permainan ini mengajak kami untuk mencari jalan kea rah sekolah, taman bermain, kolam renang, rumah ataupun taman. Bagaimana cara memainkannya ? caranya adalah dengan kami memasangkan gambar-gambar arah panah di setiap kotak yang ada. Contohnya kami ingin pergi ke sekolah, maka kami akan menempelkan gambar panah dari gambar tempat dimana kami berdiri hingga ke gambar sekolah. Kami dapat menentukan apakah kami mau berjalan lurus, belok kekanan, ataupun kekiri. Permainan ini sangat menyenangkan loh teman-teman, karena selain bermain kami juga belajar mengenai arah. Kami jadi tahu kapan harus berbelok ke kanan ataupun ke kiri, kami juga dapat berdiskusi dengan orang tua maupun kakak kami di rumah.

Teman-teman, ternyata ketika kita bermain apapun juga, kita tidak hanya bermain saja tetapi kita juga dapat belajar mengenai sesuatu. Seperti contohnya ketika kami bermain mencari jalan ke arah sekolah, kami juga belajar mengenai arah. Ketika kami bermain engkle, kami juga belajar untuk berhitung, dan masih banyak lagi. Ayo teman-teman, kita juga belajar untuk tidak hanya bermain saja, tetapi bagaimana dari setiap permainan yang kita mainkan itu membantu kita untuk belajar mengenai hal-hal yang baru. Tetap semangat ya teman-teman.

IMG 20201223 WA0016

IMG 20201223 WA0016

Aku Merawat Ciptaan Tuhan

Siapa buat bunga? saya tidak bisa
Siapa buat bunga? hanya Tuhan saja.
Siapa buat ikan? saya tidak bisa,
Siapa buat ikan? hanya Tuhan saja.

Hai teman-teman, tau kah kalian lirik lagu diatas ? itu adalah  salah satu lagu sekolah minggu yang mengingatkan kita bahwa Tuhan lah yang menciptakan tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang di dunia ini. Dan tahukah kalian bahwa kita sebagai manusia diberi tugas untuk merawat dan menjaga ciptaan Tuhan tersebut ?

fg.jpgcdf.jpgmemberi_minum.jpegds.jpgsdghggd.jpg

Hal itu tertulis dalam Kejadian 2 : 15 lho. Ini adalah dasar utama bagi kita untuk tidak merusak alam ciptaan Tuhan. Tuhan melihat semua ciptaan-Nya sungguh amat baik. Ciptaan Tuhan itu indah.  Karena itu Tuhan memerintahkan manusia untuk memelihara dan menjaga ciptaan-Nya: alam, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Nah, oleh sebab itu, kami siswa KB-TK Petra 5 diajarkan sejak kecil untuk ikut memelihara ciptaan Tuhan dengan cara merawat dan menjaga ciptaannya, dengan cara : kami belajar untuk memberi makan dan minum binatang peliharaan yang kami miliki dirumah serta merawat dan memandikan mereka. Selain binatang peliharaan, kami juga belajar untuk merawat tanaman yang ada di rumah kami dengan cara menyiramnya setiap hari.

Teman-teman, apakah kalian juga sudah merawat ciptaan Tuhan ? Maukah teman-teman ikut berusaha untuk merawat dan menjaga alam sekitar, baik tanaman maupun binatang yang ada? Ayo kita bersama-sama belajar untuk mau merawat dan menyayangi ciptaan Tuhan.  Karena selain  merupakan perintah Tuhan, saat kita mau untuk merawat ciptaan Tuhan, kita juga belajar untuk menjadi anak-anak yang bertanggung jawab.

boost the values reap the success