| |

Online Learning

IMG-20200723-WA0058.jpgIMG-20200717-WA0077.jpgIMG-20200717-WA0069.jpg

Halo teman-teman, apa kabar kalian ? semoga selalu dalam keadaan sehat ya. Teman-teman, tidak terasa ya sekarang kita sudah memasuki awal tahun ajaran baru. Tahun ajaran kali ini berbeda sekali dengan tahun-tahun yang sebelumnya, dikarenakan adanya wabah virus COVID-19 yang sedang terjadi di seluruh dunia, membuat kita harus mengikuti kegiatan belajar-mengajar secara online dari rumah atau yang biasa kita sebut dengan online learning. Online learning adalah suatu pembelajaran yang disampaikan secara elektronik dengan menggunakan komputer dan media yang berbasis komputer.

Teman-teman tahu tidak, ternyata pembelajaran secara online juga dapat menjadi pembelajaran yang menyenangkan loh. Seperti yang dialami oleh teman-teman kita di KB-TK Kristen Petra 5, anak-anak sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran online ini. Karena Bapak-Ibu guru membuat kegiatan online learning ini sama seperti ketika kami di sekolah. Sebelum memulai pembelajaran, kami diajak untuk bernyanyi memuji Tuhan bersama sebelum mendengarkan renungan singkat, kemudian kami akan mulai masuk ke dalam kelas kami masing-masing dan mulai belajar bersama Bapak-Ibu guru dan teman-teman semua. Ketika jam istirahat, kami juga bisa bercerita dengan teman-teman maupun Bapak-Ibu guru tentang mainan yang kami miliki, pengalaman kami di rumah dan banyak hal lainnya. Yang semakin membuat pembelajaran online ini menyenangkan untuk kami adalah karena selain kami belajar bersama dengan Bapak-Ibu guru dan teman-teman, kami juga didampingi oleh mama dan papa. Mama dan papa dengan siap selalu membantu kami disaat kami membutuhkan bantuan, kami juga dapat mengajak mama atau papa untuk berdiskusi bersama saat belajar.

Teman-teman belajar secara online juga sama asyiknya dengan saat kita belajar di sekolah loh, karena kita juga dapat bertemu dengan Bapak-Ibu guru serta teman-teman meskipun tidak secara langsung, selain itu kita juga dapat belajar bersama mama dan papa. Jadi, ayo kita selalu bersemangat dan bersukacita dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar di tahun ajaran yang baru ini.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

 

IMG-20200716-WA0006.jpgIMG_20200724_162509.JPGIMG-20200714-WA0023.jpgIMG-20200714-WA0025.jpgIMG-20200717-WA0035.jpg

 

Halo teman-teman semua, apa kabar kalian ? semoga selalu dalam keadaan sehat ya. pada kesempatan kali ini, kami murid-murid kelompok B TK Kristen Petra 5 ingin menceritakan pengalaman kami saat kembali bersekolah. Tahun ini berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena adanya pandemi COVID-19, kami belajar dari rumah masing-masing secara online.  Di minggu pertama sekolah, kami mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau yang biasa disebut dengan kegiatan MPLS. Selama kegiatan MPLS ini Ibu guru mengajak kami mengenal teman-teman baru kami di kelas, Bapak-Ibu guru yang mengajar di KB-TK Kristen Petra 5, dan apa saja yang ada di lingkungan sekolah kami.

Selain kami dikenalkan dengan teman-teman, Bapak-Ibu guru, serta lingkungan sekolah kami, Ibu guru juga mengajak kami untuk berkreasi membuat bermacam-macam kegiatan. Pada hari Senin, 13 Juli 2020, Ibu guru mengajak kami untuk membuat kreasi dasi dari efamet lalu kami hias dengan menempel tulisan “I Love School”. Pada hari Selasa, 14 Juli 2020, Ibu guru mengajak kami membuat kreasi bentuk binatang sapi yang terbuat dari gelas kertas, hasil kreasi tersebut dapat kami gunakan sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat tulis kami. Hari Rabu, 15 Juli 2020, kami membuat kreasi binatang bebek. Hari Kamis, 16 Juli 2020, kami membuat kreasi binatang monyet, dan pada hari terakhir kegiatan MPLS yakni pada hari Jumat 16 Juli 2020, kami membuat kreasi binatang kupu-kupu.

Kami senang sekali dapat mengikuti kegiatan MPLS kali ini meskipun kami harus mengikutinya secara online, karena selain kami berkenalan dengan teman-teman baru, Bapak-Ibu guru, serta lingkungan sekolah kami, kami juga dapat membuat alat permainan bersama-sama dengan teman-teman kami. Sekarang kami dapat memainkan hasil kreasi kami di rumah bersama dengan mama dan papa. Teman-teman, meskipun kini kita hanya dapat belajar secara online, kita tetap harus bersemangat dan bersukacita selalu, dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan serta berdoa supaya pandemi ini dapat segera berakhir, sehingga kita dapat kembali belajar bersama kembali di sekolah.

Pentingnya peran orang tua saat Learning From Home

IMG_20200520_164726.JPGIMG-20200522-WA0015.jpgIMG_20200520_164758.JPGIMG-20200521-WA0009.jpgIMG-20200522-WA0016.jpgIMG-20200520-WA0032.jpgIMG_20200521_120556.JPGIMG_20200521_135739.JPG

Study from home (SFH), learning from home (LFH) atau kegiatan belajar dari rumah adalah salah satu kebijakan pemerintah untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Kebijakan SFH untuk peserta didik itu sejalan dengan kebijakan work from home (WFH) buat para pendidik dan pekerja lainnya. Kurang lebih sekitar dua bulan ini, kegiatan SFH/LFH dan WFH merupakan pengalaman baru di dunia pendidikan, khususnya buat para siswa, guru dan bahkan orang tua siswa.

Ada banyak hal baru yang diperoleh para orang tua KB-TK Kristen Petra 5 selama mereka mengikuti serta mendampingi anak-anak saat SFH. “Pembelajaran yang diberikan ke anak-anak kami sudah sangat bagus dan maksimal. Tugas-tugas yang diberikan tidak membebani orang tua dan anak, jadi mereka bisa mengikuti dengan happy serta mengerjakan tugas-tugasnya dengan senang hati,” ungkap mama Chelsea TK A dan Calista TK B.

Pada awal kegiatan kelas online dengan menggunakan aplikasi ZOOM, pihak sekolah, anak maupun orang tua sama-sama belajar beradaptasi dan menyesuaikan diri. Papa dari Abi, Gigi, Pier, Eli (kembar 4) yang adalah siswa KB B kami juga sempat mengatakan bahwa “Pada awalnya memang agak ada kesulitan, karena kan sistem ini belum pernah dicobakan atau diterangkan. Tapi, karena keadaan, sistem pandemi ini memaksa untuk melakukan sistem learning from home ini. Permasalahan yang muncul pertama dari segi teknologi. Dari sekolah masih baru belajar dan orang tua masih harus banyak menyesuaikan. Tapi, seiring waktu berjalan, semuanya sudah bisa berjalan normal dan baik termasuk anak-anak mulai menikmati keadaan learning from home ini. Mereka mengalami kegembiraan karena bertemu dengan gurunya”.

Tidak hanya orang tua, pihak sekolah pun juga berusaha semaksimal mungkin agar tetap dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk anak dan orang tua. Sekarang ini, semua orang dipaksakan untuk belajar “melek" teknologi, khususnya dalam dunia pendidikan agar kegiatan pembelajaran dapat tetap terlaksana dengan baik dan efektif. Orang tua berpendapat bahwa pembelajaran online dengan menggunakan media ZOOM yang dilakukan 2x dalam satu minggu itu menjadi semakin efektif dikarenakan adanya pembagian shift pada tiap-tiap kelas. Selain itu, orang tua mengatakan bahwa pembelajaran online sangat membantu dalam keberlangsungan pembelajaran di masa pandemic ini. Seperti halnya dengan pendapat Mama Dave salah satu siswa TK B yang berkata “Menggunakan aplikasi ZOOM yang dibagi menjadi 3 shift masing-masing kelas, jadi 1 shift hanya berisi 8-10 orang jadi lebih efektif untuk proses belajar mengajar”.

Selain itu, semua pihak baik pihak sekolah maupun orang tua harus membangun hubungan lebih dekat serta menjalin kerja sama yang baik untuk kepentingan bersama termasuk perkembangan anak-anak selama belajar dari rumah. Dengan adanya peristiwa ini, mama Kayleen yang merupakan salah satu orang tua siswa KB A berkata, “Saat baru memulai sistem belajar online dari rumah, semakin menyadari bahwa adalah tugas kita sebagai orang tua untuk membimbing anak selama belajar dari rumah dan ikut mempertahankan pola rutinitas belajar anak. Saat mendampingi anak belajar dari rumah, banyak hal yang dapat diketahui seperti perkembangan dan kemampuan anak yang bisa menjadi bahan evaluasi orang tua dalam mendampingi anak belajar serta tantangan untuk disiplin dalam mengumpulkan tugas".

Kemudian, mama Immanuel dari siswa TK B pun menambahkan bahwa “Kami sebagai orang tua, yang mendampingi anak kami belajar di rumah justru semakin tahu perkembangan anak kami dalam hal pendidikan, semakin akrab karena dengan pembelajaran di rumah ini kami menjadi guru buat anak kami”. Selanjutnya, mama Amel siswa TK A pun menyampaikan pendapat yang sama, katanya, “Kegiatan ini juga lebih mendekatkan diri orang tua kepada anak-anaknya. Biasanya anak-anak akan diajarkan oleh guru di sekolah atau guru di tempat les, tetapi di masa pandemic COVID-19, kita akan mengambil hal-hal positif di mana orang tua mendekatkan diri kepada anaknya, melihat cara anaknya mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah. Kita bisa menjadi lebih paham karakter yang dimiliki anak kita”. Oleh karena itu, kita semua harus saling bergandengan tangan untuk menghadapi masa pandemi Covid-19 ini.

            Orang tua juga merasa senang dengan materi pembelajaran yang diberikan oleh pihak sekolah, karena materi pembelajaran yang diberikan melalui WhatsApp kelas ataupun kegiatan kelas online sangat menarik dan kreatif serta mudah untuk dipahami orang tua, sehingga orang tua dapat membimbing anak-anak mereka saat belajar. Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Mama Qarah TK A, ““Materi secara penyampaian, kreativitas dan juga bimbingan guru sangat menunjang untuk anak belajar di rumah. Materi dan aktivitas sangat menarik sehingga anak selalu ingin belajar dan tidak bosan. Guru kelas juga komunikatif”. Selain itu, “materi yang diberikan tidak menyulitkan, bahan-bahan yang digunakan untuk tugas yang akan dibuat sangat mudah didapat.” tambah Mama Amel TK A.

            Pada masa pandemi ini, kita harus tetap percaya bahwa Tuhan pasti merancangkan yang terbaik untuk anak-anakNya. Oleh karena itu, kita harus dapat melihat dan mengambil banyak hal positif yang kita peroleh dan alami. Kegiatan belajar dari rumah ternyata tidak hanya memberikan pembelajaran yang baru bagi para siswa maupun guru, namun juga bagi para orang tua. Melalui masa pandemi ini, orang tua belajar bagaimana mereka dapat beradaptasi dengan hal-hal yang baru, menjadi lebih sadar akan pentingnya peran orang tua karena ikut terlibat dalam mendampingi dan mendidik anak-anak, serta semakin lebih tau dan bahkan mengenal karakter, perkembangan yang terjadi pada anak-anak. Selain itu, hubungan antara orang tua, guru dan anak terjalin dengan baik serta semakin “melek" teknologi, Dan lain-lain.

            Seperti yang tertulis dalam Alkitab pada Yeremia 29:11 (TB) yang tertulis Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Hujan

IMG-20200421-WA0014.jpgIMG-20200421-WA0018.jpgIMG-20200421-WA0009.jpgIMG-20200421-WA0016.jpgIMG-20200420-WA0037.jpg

Teman-teman, tau tidak mengapa hujan bisa terjadi ? Hujan adalah peristiwa jatuhnya air dari langit ke tanah. Hujan terjadi karena air yang berada di awan sudah penuh sehingga air tersebut jatuh ke bawah. Lalu bagaimana proses terjadinya hujan ? Saat matahari bersinar, panas matahari menyebabkan air yang berada di laut, sungai, maupun danau menguap. Uap-uap air tersebut naik ke atas dan berkumpul menjadi satu di awan, saat air di awan penuh, maka air itu akan jatuh dan menjadi hujan. Saat hujan datang biasanya ditandai dengan warna langit yang menjadi gelap dan ada suara gemuruh di langit. Saat hujan, mama dan papa kita biasanya selalu memakaikan kita jas hujan / mantol atau payung agar tubuh kita tidak basah terkena air hujan yang dapat membuat kita sakit. Ketika hujan sudah berhenti, terkadang muncul pelangi di langit. Pelangi merupakan salah satu fenomena alam yang biasanya muncul setelah terjadinya hujan. Pelangi muncul karena terjadi pembiasan cahaya, pelangi juga berwarna-warni sehingga tampak cantik sekali.

Kali ini, kami murid-murid TK A TK Kristen Petra 5 mengikuti kegiatan dari rumah bersama mama dan papa, dengan tema tentang hujan dan pelangi. Mama dan papa membantu menjelaskan kepada kami mengenai hujan dan pelangi, kemudian kami menggambar tentang hujan ataupun pelangi. Ada yang membuat gambar awan gelap kemudian diberi rintik-rintik hujan yang jatuh ke bumi, ada juga teman kami yang menggambar payung. Selain itu, ada juga teman kami yang menggambar pelangi kemudian mewarnainya dengan menggunakan spidol. Wah, ternyata teman-teman kami sangat kreatif ya. Hasil karya mereka bagus-bagus loh. Kegiatan ini kami lakukan pada hari Rabu, 1 April 2020 yang lalu.

Teman-teman, di saat kita harus beraktivitas dari rumah seperti sekarang ini, mari kita manfaatkan dengan baik ! Kita dapat melatih kemampuan kita untuk menggambar atau mewarnai di rumah sehingga kita menjadi anak-anak yang terampil. Selain itu, kita juga dapat melakukan kegiatan lain yang menyenangkan, seperti membaca buku cerita, menulis, mengenal huruf maupun angka.

Aku Suka Bereksperimen

IMG 20200420 WA0001

IMG 20200420 WA0002Eksperimen berarti melakukan suatu percobaan untuk membuktikan kebenaran dari sebuah teori. Pada kesempatan kali ini, anak-anak TK Kristen Petra 5, khususnya kakak-kakak TK B ingin membuktikan bahwa air yang diberi garam dapat membuat telur melayang bahkan mengapung di atas permukaan air sesuai dengan materi yang diberikan guru pada hari Jumat, 17 April 2020 yang lalu. Adanya pendampingan mama dan papa, kami menyiapkan alat dan bahan yang terdiri dari : 3 buah gelas kosong, garam, sendok, dan 3 buah telur. Lalu masing-masing gelas kami isi dengan air hingga memenuhi setengah bagian gelas. Gelas pertama tidak kami beri garam, gelas kedua kami tambahkan garam sebanyak 3-4 sendok makan, dan pada gelas terakhir kami beri garam lebih sedikit dari gelas kedua kira-kira sekitar 2 sendok makan lalu aduk garam tadi hingga larut dalam air. Setelah itu, kami mulai memasukkan telur satu per satu ke dalam gelas tadi. Pada gelas pertama yang airnya tidak tercampur garam, telur akan tenggelam ke dasar gelas. Pada gelas kedua yang kami beri banyak garam, telur akan mengapung hingga ke permukaan, dan pada gelas terakhir yang kami beri sedikit garam, telur akan melayang di dalam gelas. Mengapa bisa demikian ? Jawabannya : pada gelas pertama massa jenis telur lebih besar dari pada massa jenis air sehingga telur tenggelam. Sedangkan, pada gelas kedua massa jenis air menjadi lebih besar dari pada massa jenis telur karena air tercampur dengan garam, dan pada gelas ketiga massa jenis telur sama dengan massa jenis air sehingga telur melayang. Dengan demikian garam dapat berfungsi untuk memperbesar massa jenis air. Semakin banyak garam yang diberikan maka semakin besar pula massa jenis airnya.

Wah, ternyata bereksperimen itu sangat menyenangkan ya ? Ayo teman-teman, di saat situasi seperti ini lebih baik kita banyak mengisi waktu luang yang kita miliki untuk beraktivitas di rumah bersama anggota keluarga kita dan mencoba hal-hal yang baru. Kita bisa mengajak mama atau papa untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan, supaya kita tidak menjadi bosan saat di rumah. Selain itu, kita juga dapat belajar dan semakin tahu tentang banyak hal.

boost the values reap the success